Perbedaan Cloud Hosting dan Shared Hosting


Bagi kalian yang baru saja berkecimpung di dunia blog dan web hosting pasti punya pertanyaan yang sama, “Apa perbedaan antara cloud hosting dan shared hosting?”. Sebenarnya, cloud hosting, shared hosting, dedicated hosting dan juga VPS (virtual private server) merupakan bagian atau jenis dari web hosting.

Jenis-Jenis Web Hosting Hostinger

Web hosting sendiri adalah layanan daring/online untuk menyimpan file informasi dan database suatu website atau aplikasi web pada sebuah server, agar dapat diakses secara online oleh semua orang. Karena cloud hosting dan shared hosting merupakan sama-sama bagian dari layanan web hosting, maka dapat kita simpulkan bahwa keduanya memiliki persamaan, khususnya dari segi fungsi dan kegunaan, yaitu sebagai sarana untuk menyimpan semua database dan file untuk dapat menjalankan sebuah website secara online.

Lalu, apa perbedaan antara keduanya? Mari kita bahas satu persatu mulai dari definisi, performa, keamanan, dan harga sewa keduanya, disertai dengan analogi supaya lebih mudah untuk dipahami.

1. Definisi

Cloud Hosting adalah layanan hosting yang mengintegrasikan beberapa server untuk menyeimbangkan dan memaksimalkan kinerja sebuah website, baik dari segi response time maupun loading time.
Perumpamaannya seperti kita menyewa beberapa kamar kontrakan sebagai tempat tinggal, jika ada satu kamar yang rusak maka masih ada kamar lainnya yang sudah siap kita tempati.

Sementara, Shared Hosting adalah layanan hosting dimana satu server yang ada/server tunggal digunakan oleh beberapa (puluhan bahkan ratusan) website secara bersama-sama.
Perumpamaannya seperti kita menyewa dan menggunakan satu kamar kontrakan bersama-sama dengan puluhan orang lain, jika kamar tersebut rusak atau ada salah satu penghuninya yang terjangkit penyakit, maka kita pun akan ikut terkena dampaknya.

2. Performa

Untuk urusan kinerja, performa dan power layanan cloud hosting memang tak perlu diragukan lagi. Karena pada cloud hosting terdapat beberapa server yang saling terintegrasi satu sama lain, dan selalu siap mensupport website kita agar dapat bekerja secara maksimal. Jika ada satu server yang down/bermasalah, maka server yang lain akan langsung mengambil alih, sehingga website kita akan tetap online dan tak terpengaruh.

Selain itu, pada cloud hosting biasanya terdapat fitur on-demands yang dapat diaktifkan oleh pengguna. Fitur on-demand ini secara otomatis mengatur efisiensi penggunaan sumber daya (Bandwidth, CPU dan RAM) server mengikuti sedikit-banyaknya pengunjung website. Oleh sebab itu, saat ini semakin banyak platform media sosial, situs e-commerce, website industri, bisnis dan perusahaan, serta blog dengan traffic tinggi yang menggunakan layanan cloud hosting sebagai pondasi bisnis mereka.

Perbedaan Cloud Hosting dan Shared Hosting

Kontras dengan performa cloud hosting yang dijelaskan sebelumnya, pada shared hosting, satu server digunakan untuk menyimpan database dari puluhan bahkan ratusan website. Kelemahannya adalah jika salah satu dari website yang disimpan pada server tersebut menggunakan sumberdaya yang memberatkan server, maka website-website lainnya yang disimpan pada server tersebut akan ikut terpengaruh. Jika saat ini kita menggunakan shared hosting, maka dapat disimpulkan bahwa kecepatan website kita salah satunya ditentukan oleh performa website-website lain di server yang sama.

3. Keamanan

Urusan yang satu ini memang menjadi sebuah kewajiban bagi setiap pemilik website, baik pengguna cloud hosting maupun shared hosting. Secepat dan seresponsive apapun loading website yang kita punya, jika database dan website kita rentan diserang/dijebol oleh orang lain maka sama saja tak ada gunanya.

Saat ini masih banyak penyedia layanan shared hosting yang kurang begitu peduli dengan urusan keamanan database penggunanya. Maka dari itu, kita sebagai konsumen diharuskan jeli dan bijak memilih layanan shared hosting yang memberikan perlindungan anti-virus, anti-spam, dan juga enkripsi data dari server ke pc/laptop/hp pengunjung website kita.

Langkah yang dapat kita lakukan adalah memilih web hosting yang menawarkan fitur install sertifikat SSL. Sertifikat SSL sendiri berfungsi mengenkripsi transfer data website kita dari server, yang ditandai dengan adanya “https://” di depan url website.

Salah satu layanan web hosting terbaik yang sudah saya gunakan selama bertahun-tahun di semua blog saya adalah Hostinger.co.id yang memberikan fitur Install Sertifikat SSL secara gratis dalam paket shared hostingnya.

Paket Web Hosting Hostinger

Selanjutnya, untuk keamanan cloud hosting sendiri fiturnya lebih lengkap jika dibandingkan dengan shared hosting, tetapi pada cloud hosting kita dituntut untuk bisa mengkonfigurasi dan mengelola sendiri semua pengaturan keamanan yang ada. Hal inilah yang kadang membuat bingung para pengguna cloud hosting. Tetapi, tak perlu khawatir secara berlebihan, kita bisa meminta bantuan dan panduan kepada customer service (CS) layanan cloud hosting jika kita mengalami masalah konfigurasi keamanan ini.

4. Biaya Sewa

Sudah menjadi rahasia umum bahwa shared hosting merupakan paket termurah dari semua jenis layanan web hosting yang ada. Salah satu alasannya yaitu penggunaan satu server oleh beberapa penyewa alias kita ngontraknya barengan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Dan asyiknya lagi, rata-rata penyedia layanan shared hosting menawarkan paket sewa bulanan dan tahunan.

Paket bulanan ini sangat berguna bagi para blogger pemula dengan kantong tipis seperti saya untuk membuat sebuah blog. Untuk membuat blog dengan tujuan monetisasi Google Adsense, saya biasanya membeli shared hosting paket 1 atau 3 bulan terlebih dulu, jika dalam rentang 3 bulan blog tersebut ramai pengunjung maka akan saya tingkatkan ke paket shared hosting tahunan, sedangkan jika selama 3 bulan blog masih sepi pengunjung maka akan saya tinggalkan dan membuat blog baru dengan tema baru.

Selanjutnya, untuk harga sewa cloud hosting memang sedikit lebih mahal jika dibandingkan dengan shared hosting, tetapi fasilitas dan performa yang akan kita dapatkan sangat sepadan dengan uang yang kita keluarkan. Istilah yang tepat adalah "Ada harga, Ada rupa".

Lalu, kita sebagai konsumen sebaiknya memakai cloud hosting atau shared hosting?

Semua kembali kepada pilihan anda. Sesuaikan pilihan dengan kebutuhan, tujuan dan kepadatan traffic pengunjung website anda. Bagi blogger kecil-menengah, saya rasa cukup menggunakan shared hosting/dedicated/vps, sedangkan bagi pebisnis besar dan perusahaan bisa memilih untuk menggunakan teknologi web hosting yang lebih advance yaitu cloud hosting.

Itulah tadi beberapa perbedaan utama antara cloud web hosting dan shared web hosting yang dapat saya bagikan berdasarkan pengalaman pribadi saya sendiri. Jika ada pertanyaan terkait cloud hosting dan shared hosting, silakan tinggalkan komentar pada kolom di bawah.



0 Komentar pada "Perbedaan Cloud Hosting dan Shared Hosting"

Posting Komentar

Silakan tinggalkan komentar untuk saran, kritik, atau pertanyaan. Centang kotak "Beri tahu saya" di bawah komentar untuk mengetahui balasan via e-mail.
Bagi yang membutuhkan informasi spesifik, silakan menghubungi melalui laman Contact Me atau melalui laman Facebook.
Terima Kasih.