Perbedaan Tes Lisan dan Wawancara

Wawancara
Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu, yang dilakukan oleh dua belah pihak, yaitu pewawancara dan yang diwawancarai (Moleong, 2006). Ada juga pendapat lain yang mengatakan bahwa wawancara adalah suatu teknik penilaian yang dilakukan dengan cara percakapan atau dialog, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sugiyono (2005) menyatakan bahwa tujuan dilakukan wawancara atau interview adalah untuk mengetahui hal-hal yang lebih mendalam tentang informan dalam menginterpretasikan situasi dan fenomena yang terjadi, di mana hal ini tidak bisa ditemukan melalui observasi.

Perbedaan Tes Lisan dan Wawancara-Guru Pantura

Pertanyaan di dalam wawancara umumnya menyangkut segi-segi sikap dan kepribadian. Hasil dari wawancara dapat memberi informasi bagi penanya/guru untuk memberi penilaian pada keadaan anak, baik sikap, kemampuan, sifat dan kepribadian secara menyeluruh dari anak yang berkaitan. Kelebihan wawancara antara lain: Dapat memperoleh informasi secara langsung sehingga objectivitas dapat diketahui; Dapat memperbaiki proses dan hasil belajar; Pelaksanaannya lebih fleksibel, dinamis dan personal. Wawancara sendiri dibagi menjadi 3 macam, yaitu: wawancara terstruktur, wawancara semi terstruktur, dan wawancara tidak terstruktur.

Tes Lisan
Pengertian Tes lisan adalah suatu tes yang pertanyaannya dilakukan secara lisan dan jawaban secara lisan pula. Instrumen yang digunakan disajikan dalam bentuk tulisan atau lisan. Tes lisan pertanyaannya berupa tes uraian yang dibacakan oleh guru. Soal tes lisan dituangkan ke dalam format pertanyaan. Tes lisan ini sangat berguna bagi siswa untuk melatih diri dalam mengungkapkan pendapat atau buah pikirannya secara lisan dan mengembangkan kemampuan dan keberanian berbicara.

Beda Wawancara dan Tes Lisan-Guru Pantura

Menurut Ibrahim dan Sukmadinata (2003:88) tes lisan ini memiliki beberapa keuntungan/kelebihan, antara lain:
  1. Dapat digunakan untuk menilai kepribadian dan kemampuan penguasaan pengetahuan peserta didik, karena dilakukan secara face to face.
  2. Jika peserta didik belum jelas dengan pertanyaan yang diajukan, pendidik dapat mengubah pertanyaan sehingga dimengerti.
  3. Dari sikap dan cara menjawab pertanyaan, pendidik dapat mengetahui apa yang tersirat di samping apa yang tersurat dalam jawaban.
  4. Pendidik dapat menggali lebih lanjut jawaban peserta didik sampai mendetail, sehingga mengetahui bagian mana yang paling dikuasai oleh peserta didik.
  5. Tepat untuk mengukur kecakapan tertentu, seperti kemampuan membaca, menghafal kalimat tertentu.
  6. Pendidik dapat mengetahui secara langsung hasil tes seketika. 


Tes Lisan Wawancara
Pertanyaan mengenai pengetahuan yang dimiliki seseorang dalam suatu bidang. Pertanyaan menyangkut segi sikap dan kepribadian seseorang.
Berupa pertanyaan uraian yang diberikan guru/penanya dengan format pertanyaan dan penilaian. Berupa pertanyaan tanpa ada format pertanyaan dan penilaian.
Informasi yang dicari sama seperti tes tulis, berupa kemampuan kognitif mata pelajaran atau suatu bidang. Informasi yang dicari berhubungan dengan keadaan, sikap, kemampuan, sifat dan kepribadian yang dimiliki.
Tes Lisan banyak digunakan di ranah pendidikan. Wawancara banyak digunakan di ranah jurnalistik.

Referensi:
Ibrahim dan Sukmadinata, N.S. (2003). Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Moleong, L.J. (2006). Metodologi Penelitaian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Sugiyono. (2005). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Semoga artikel mengenai perbedaan tes lisan dan wawancara dapat bermanfaat bagi kawan semua.
Salam Guru Pantura.



1 Komentar pada "Perbedaan Tes Lisan dan Wawancara"

  1. Mantapp pak Wahab.. kita jd tahu perbedaan tes lisan dan wawancaranya..artikel yg bermanfaat..

    BalasHapus

Silakan tinggalkan komentar untuk saran, kritik, atau pertanyaan. Centang kotak "Beri tahu saya" di bawah komentar untuk mengetahui balasan via e-mail.
Bagi yang membutuhkan informasi spesifik, silakan menghubungi melalui laman Contact Me atau melalui laman Facebook.
Terima Kasih.